Baru aja baca ini di sela-sela tingkat galau akibat skripsi dan pekerjaan yang saling bertumpuk. Kalimat ini dalem. Mungkin karena pas aku baca kalimat ini juga sedang dalam kondisi yang agak gak baik.
Kadang seseorang memang ditakdirkan untuk bertemu saja,
untuk mengenal,
untuk menyukai
dan bukan untuk saling mencintai.
Hanya untuk kedekatan sampai batas tertentu.
Hanya untuk saling berbagi perhatian sampai di tingkatan tertentu
Bukan untuk selamanya.
Tentu orang-orang seperti itu akan memiliki ruang di hati kita masing-masing. Tapi bukan ruang untuk mencintainya.
Orang-orang seperti inilah yang tak akan pernah kita lukai namun juga tak akan pernah kita cintai sampai dalam.
Hanya sebatas kepedulian,
karena kepedulian yang terlalu dalam pun akan mengakibatkan perasaan bermain didalamnya.
Hal diatas baru aku sadari setelah banyak mengamati, melihat dan membaca kisah yang di-share ke saya. Saya pun menjadi salah satu pengamat (wq!) yang memahami bahwa memang ada suatu hubungan yang terjalin dengan ketulusan tanpa mengharapkan sesuatu.
Perasaan yang ada di tipikal orang-orang seperti ini sih biasanya akan dipendam dan dihapuskan. Karena biasanya terhalang kondisi, status atau hal-hal internal yang memang tak bisa diungkapkan. Para pelaku cinta seperti ini biasanya memilih untuk membuang sebelum berkembang meski saling menyadari bagaimana perasaan yang ada di hati mereka masing-masing.
Mungkin tidak sedikit berbeda jauh dengan cinta "Platonik" namun saya sendiri juga belum tahu apakah ini bisa dikatakan masuk kedalam deretan Cinta Platonik yang banyak dialami oleh seleb-seleb Hollywood (Kate Winslet and Leonardo Dicaprio, Christina Aguilera and Adam Levine?)
Cinta model begini nih biasanya tumbuh dari orang-orang yang sudah dikenal dalam jangka waktu relatif lama dan sudah memahami satu sama lain. Sudah memahami karakter keduanya, kesukaannya dan kebiasaannya. Mereka mempertimbangkan aspek saling tidak menggantungkan namun berbahagia saat mereka berdua bertemu.
Yang jelas, menurut saya,
Cinta begini ini sah. Dan membuat orang lain akan berkembang menjadi dirinya sendiri tanpa tuntutan apapun. Cinta begini yang membuat orang fleksibel dalam menjalani gaya hidupnya.
Hanya saja cinta begini melenceng dari dasar agama.
Apapun agamanya, tidak memperbolehkan kita untuk membagi perasaan dengan orang lain. Tapi cinta platonik adalah cinta yang tumbuh diatas persahabatan. Berkedok di balik persahabatan.
Entahlah, bagi beberapa manusia yang menjalani dan merasa nyaman dengan hal tersebut mereka akan melanjutkan. Tapi bagi yang tidak, alih-alih mendekat... untuk mendengar namanya saja mereka tak akan pernah mau mendekat..
Apapun agamanya, tidak memperbolehkan kita untuk membagi perasaan dengan orang lain. Tapi cinta platonik adalah cinta yang tumbuh diatas persahabatan. Berkedok di balik persahabatan.
Entahlah, bagi beberapa manusia yang menjalani dan merasa nyaman dengan hal tersebut mereka akan melanjutkan. Tapi bagi yang tidak, alih-alih mendekat... untuk mendengar namanya saja mereka tak akan pernah mau mendekat..
