Sorry Dad, I've been broken again.
16:15Pagi ini mereka satu keluarga berangkat ke Sorong.
Aku dirumah, sambil dipeseni abcd.
Kukira, kok ga malu ya?
Setelah berbuat kericuhan yang berujung pada mundurnya aku dari acara di Sorong.
Aku disuruh jaga rumah mereka, harus bolak-balik rumah mereka dan rumah yang kutinggali.
Dikirimin foto tentang ke Sorong
Aku gak akan buka hape/grup mereka.
Masalah sepele.
Tapi gak ngerti kenapa aku bisa nangis seharian dan aku gak mau cerita ke Mama.
Oh God, it was so hard to keep this alone..
Bahkan ke Momo, aku juga gak cerita.
Kenapa ya kok gak mikirin perasaanku?
Gak ikut ke Sorong gara-gara mereka. Tapi malah disuruh ini-itu.
Sementara mereka enjoy jalan-jalan.
Kok gak mikirin hatiku gitu...
Kalimat demi kalimat itu masih ada, terangkum dengan jelas di grup whatsapp sampe akhirnya aku bilang mundur.
Aku cuma pengen pulang ke Kertosono.
Pengen ke Mama, ke Papa.
Cuman disana orang-orang gak akan menyakiti aku.
I dont know how to be a strong and good daughter, Pa. I surrender for a while.
Rasanya penuh sesak.
Udah ga bisa keluar kalimat untuk cerita ke orang. Momo sebagai satu-satunya sahabat perempuan dan Bibin, meski kadang nyebelin tapi bisa bikin aku plong dg cerita ke dia.
Aku udah mengurangi intensitasku ke mereka. Tapi malah bikin drop.
I just need Papa here,
Seenggaknya dg ada Papa beban gak kerasa.
Aku ga merasa sendirian disini.
dan aku punya orang yang cinta sama aku.
(btw, terhenti nulis di part ini. And I'm crying)
It's hard to life tanpa Papa.
Gak akan ada yang nguatin aku, belain aku dan siap jadi tameng utamaku.
Support aku.
Kita deket Pa, bahkan berantem dan bisa sayang-sayangan lagi.
How I miss you so much.
0 comments