Memberikan ruang dan waktu pada seseorang....

02:24

Image result for platonik love


Semenjak tiga bulan terakhir ini, w berpikir sesuatu hal.
Bahwa ternyata w ini sudah tergantung banget sama orang. Orang lain.
Dan mungkin hampir setahun ini, ehm,.. Kalau dilihat sih udah lama juga sih. Semenjak 2016 akhir mungkin kali ya?
Bulan Ramadhan 2017 sudah 'ngerepoti' dia.

The best reward for my self, adalah berhasil selama tiga bulan tidak lagi menggantungkan semua pada satu orang ini.
Sekarang w dalam masa-masa menikmati ponsel yang sepi gak ada notifikasi.
Menghabiskan waktu dengan boosting marketing instagram dan belajar Bahasa Inggris.

Me, always have a thousand reasons for calling or texting. 
Setiap apapun yang ada di dalam hati, entah gabut galau atau sedih atau apa,
aku musti telepon ke sana.
Bahkan dari A-Z dia lebih ngerti sih.
Main bareng, ngopi, nongkrong masih aja iya.
Cuman sudah sekitar tiga bulanan ini gue berfikir bahwa nggak selamanya apa yang ada di otak gue tu bisa tercapai. Karena selama ini, aku berpikir "Semua hanya ada sudut pandang aku dan diriku."

  Dalam hidup, sebenernya adalah saling memberi. Berikan apa yang ingin kau berikan. Karena di kehidupan berikutnya kita nggak akan saling kenal. Dasar inilah yang membuat aku berpikir bahwa aku melakukan apa yang ingin kulakukan.

Dan saat itu aku tak ada beban apapun ketika memberikan 'kerepotan' padanya untuk membagi semua rasa, kebanyakan sih keluhan dan rasa sedih. Dan dia meski nggak selalu ada tapi selalu memberi tanggapan. Baik itu saran ataupun kalimat-kalimat ngeselin yang bikin pikiran teralihkan sementara. 

Finally, aku mulai bisa mengurangi ketergantugan ini sih. Aku bisa nahan ga texting atau calling, ga ngibrit cerita kalo lagi anxiety.
Aku tau, harus mengatasi sendiri dan berusaha menyelesaikan sendiri. Problem demi problem yang datang bisa dikendalikan meski bukan berarti diselesaikan. Tapi aku merasa satu tahap sudah jauh lebih baik.

Aku sudah melewati batas kemampuanku untuk tidak merepotkan lagi, yey !
Setiap ngerasa 'kejedok' dan pengen calling or texting aku pasti berfikir dan berkata ke diri aku sendiri : "No babe, kamu harus diam dan berhenti."


Ini semua karena aku berpikir bahwa dia punya urusan dan kesibukan lain. 
Dia juga punya kehidupan lain, ada batas dimana aku gak bisa terus-terusan ganggu ataupun ribetin dia dengan semua urusanku. Dan aku pernah baca satu hal yang bikin jleb. Bahwa pertemanan tidak mengharapkan perjumpaan, tidak sedih apabila tidak didampingi. Apabila dengan ikhlas mengatakan 'pertemanan' maka aku harus berdiri diatas kata pertemanan tersebut. 
    Hal itu berarti bahwa aku tidak boleh terus-menerus membebaninya, mengajaknya bertemu mungkin atau ikut campur dalam segala keputusan yang ia buat dalam hidupnya. Oleh karena itulah benteng ini berdiri. Hanya untuk kebaikan sesama dan untuk kebaikan dalam hidupnya. Meski berat dan kadang rasanya pengen texting, ya ditahan-tahan. Toh aku percaya ini semua sih hanya sementara, dan merubah sudut pandang adalah yang terbaik. Merubah bahwa bukan lagi aku yang boleh gimana-gimana dan semaunya ke dia. 

      Terima kasih banyak sudah meluangkan banyak waktu dan kesempatan meski dari jaman kenal waktu SMK dulu sama sekali nggak ngeh. Taunya malah akrab pas uda kuliah dan lulus kuliah. Dan kejadian yang ngebetein yang masih w inget adalah : Tiap gue punya pacar, dia jomblo. Begitu sebaliknya, tapi gue dan dia gak pernah ada bahasan -lu-suka-gue- atau bahkan lu-pernah-suka-gue-gak?  Entah mungkin hatimu menyimpan banyak seribu rasa kesal padaku but I say thank you udah mau bersabar-sabar ngadepin orang kelainan jiwa begini hahahahaha  (Yah tetiba w sedih ngetik ini). 

        Beberapa temen w ada sih yang nanyain, tiap w posting story atau foto doi.
"Hubungan lo sama dia apa sih, dibilang temen kok deket. Dibilang deket, elu udah nikah cuy"
Dan beberapa bilang kalo gua terjebak dalam cinta platonik sama dia (Bahasan cinta platonik akan w tulis di tulisan selanjutnya, atau bisa googling deh heuheuheu) 

       Hidup harus berjalan dan dititik ini belajar bahwa begitu banyak orang yang datang dan pergi. Mereka yang datang, harus kita relakan saat mereka pergi. Bahkan mereka yang pergi, masih layak pergi dengan sejuta kenangan manis yang dapat kita berikan. Aku nggak mau membuat diriku terjebak dalam beberapa zona yang membuat kesulitan untuk orang lain. Mungkin selama ini aku sudah membuatnya kesulitan dan membuatnya gak nyaman. Dan aku say sorry yah, meski ga pernah ngucapin langsung but I'm so thanks to God sudah mengirimkan satu orang yang menemaniku bahkan ketika kondisi terpuruk ketika Papa nggak ada. 

Image result for teman tapi cinta quote
Yes I know, you always there meski diemmmm ga pernah ngontak gua duluan
                                 

           Terima kasih untuk segala pemikiran-pemikiran logis yang dishare, terima kasih untuk waktu dan segala kekocakan yang pernah terjadi dan bikin nyengir kalo diinget-inget. Tapi sekarang I stop to texting and calling karena ingin memberimu ruang dan waktu. Untuk memberikan pada diriku suatu penyadaran bahwa kau memang membutuhkan jarak untuk kehidupanmu sendiri. Semoga kebahagiaan dan keberuntungan selalu bersama kita dan semoga aku mampu untuk terus melangkah tanpa ngerepotin lagi yaa , Aaamien :)

You Might Also Like

0 comments

Popular Posts

Like us on Facebook