Menulis dg hati ?

11:13

Baru aja selesai nulis part terbaru untuk diposting di wattpad. Beberapa minggu ini emang lagi menikmati Wattpad dengan segala isi duniawinya.
Lalu tiba-tiba terhenti dan menghela nafas.
Ini adalah tulisan sepersekian yang membutuhkan 'real-rolemodel'.
Dan beberapa kisah memang kisah nyata yang saya comot dari lingkungan sekitar.

Saya menghela nafas karena menikmati alur yang saya buat. Mencoba memahami rasa dari pemeran utama lelaki dan kemudian menumpahkan dalam sebuah tulisan.

Rasa sesak yang digambarkan, turut hadir dan kemudian mampu mengejahwentahkan apa yang dirasa.

Askara Tirta,
Tokoh utama yang saya ambil.
Seseorang yang tak pernah berani memilih cinta. Seseorang yang lebih memilih untuk dicintai daripada harus mencintai, apalagi mengejar orang yang dia sukai.
Padahal, sesungguhnya dia adalah pengagum nomor satu dari Alana.

Alana, perempuan biasa yang ia kenal saat SMU. Teman kecilnya.
Perempuan yang selalu mencoba mendekatinya dan akhirnya menyerah untuk mencintai pria lain. Merelakan cintanya terjebak dalam hubungan Platonik karena tak ingin membuat Tirta terbebani dengan perasaannya.

Dan Tirta memilih untuk mencintai perempjan yang mengatakan cinta padanya serta membiarkan Alana pergi...


Cinta memang begitu, pilihan yang sulit.
Bahkan diantara Tirta dan Alana yang ditebak memang memiliki cinta diantara keduanya pun masih tetap tak bisa bersatu.
Karena satu hal yang tak mereka miliki..
Keberanian.

Tirta tak pernah berani mencintai Alana dan membiarkan Alana berjuang mengejar dan membuainya. Ia terlena dicintai, Ia bahagia untuk terus dikagumi.

Sementara Alana, baginya cinta memberi.
Memberi untuk Tirta meski tak tahu kapan Tirta akan mencintainya atau tak jua mencari tahu bagaimana sesungguhnya perasaan Tirta padanya.

Karena mereka berdua takut saling kehilangan.
Cukup mudah, bungkuslah dengan Platonik dan terjebak selamanya.


Alana dan Tirta,
adalah tokoh fiksi yang saya ciptakan.
Endingnya ?
Akan ada sesuatu hal yang mengejutkan. Sangat mengejutkan.

Cinta tak hanya perlu saling mencintai,
Tapj juga membutuhkan keberanian.
Untuk terluka, dan bangkit.

You Might Also Like

0 comments

Popular Posts

Like us on Facebook